GAZA, iNews.id - Hamas ternyata masih sanggup membayar gaji para pegawai negeri sipil (PNS) di Jalur Gaza meski wilayah itu hancur lebur akibat serangan Israel. Hal itu diutarakan seorang PNS Kementerian Pekerjaan Umum, Karim (bukan nama sebenarnya).
Hamas memegang kendali pemerintahan di Jalur Gaza sejak 2007, terpisah dengan Pemerintah Otoritas Palestina yang berkuasa di Tepi Barat.
Menurut Karim, dalam wawancara dengan AFP belum lama ini, dia menerima gaji terakhir kali pada Juli. Dalam kondisi perang seperti ini, kata dia, pemberian gaji menjadi tertunda dan tak sebesar dalam kondisi normal. Meski demikian, dia bersyukur dan berterima kasih masih mendapat gaji.
Karim menjelaskan, cara memberikan gajinya pun tak biasa. Hamas sangat merahasiakan petugasnya dan untuk melindungi Karim serta PNS lain dari pelacakan Israel.
Saat menerima gaji pada Juli, dia mendapat pesan singkat di ponsel dari seseorang yang mengajaknya minum kopi. Orang yang menghubunginya menentukan tempat dan lokasi pertemuan.