Namun Trump tak akan menyerah, dia punya waktu sampai Senin (23/12/2020) sebelum Pennsylvania mensertifikasi penghitungan suara yang memenangkan Joe Biden.
Pengacara Trump terpecah, sebagian berjanji akan mengajukan banding dalam waktu cepat, namun yang lainnya menentang dengan alasan mereka sudah kehabisan waktu.
Perpecahan juga terjadi di internal Republik. Beberapa anggota Kongres Partai Republik mulai menyarankan Trump untuk menyerah.
Senator Pat Toomey mengatakan, putusan itu menutup peluang menghadirkan kemenangan di Pennsylvania dan meminta Trump untuk mengakui hasil pilpres.
Liz Cheney, anggota tim kepemimpinan Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), lebih dulu meminta Trump untuk menghormati hasil pilpres jika pengadilan sudah memutus tak ada kecurangan.
Hasil akhir menunjukkan Biden unggul atas Trump dengan selisih 6 juta suara. Dia mendapatkan 306 suara elektoral, sedangkan Trump 232.