Menanggapi laporan tersebut, Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard menyebut kabar penyiksaan terhadap warganya sebagai hal “sangat serius jika terbukti benar.”
“Bahkan sebelum penangkapan, kami telah menyampaikan kepada pihak Israel pentingnya menghormati keselamatan dan hak konsuler warga Swedia,” kata Stenergard, dalam pernyataannya, dikutip Senin (6/10/2025).
Dia memastikan Kemlu Swedia dan kedutaan besar di Tel Aviv sedang bekerja keras untuk memulangkan Thunberg dan warga Swedia lainnya sesegera mungkin.
Pemerintah juga menuntut agar Israel menyediakan makanan, air, serta akses penasihat hukum bagi seluruh tahanan kemanusiaan.
Kasus ini menimbulkan kecaman luas di Eropa. Sejumlah organisasi HAM menilai tindakan Israel terhadap Greta Thunberg merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.