Giliran Trump Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata: Tidak Terhormat!

Anton Suhartono
Donald Trump menuduh Iran tak mematuhi gencatan senjata, terkait kebebasan navigasi Selat Hormuz (Foto: AP)

RIYADH, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran tak mematuhi gencatan senjata. Pembatasan akses bagi kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz dianggap Trump menghambat gencatan senjata.

"Iran melakukan tugasnya dengan sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dalam hal perizininan bagi minyak melintasi Selat Hormuz. Ini bukan perjanjian yang kita sepakati," tulis Trump di akun media sosial Truth Social, dikutip Jumat (10/4/2026).

Selain itu Trump protes karena Iran memungut biaya bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz seraya mendesak untuk menghentikan hal tersebut.

"Ada laporan Iran mengenakan biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukannya dan jika mereka melakukannya lagi, sebaiknya menghentikannya sekarang juga," katanya, dalam posting-an terpisah.

Poin-poin kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara menjadi tak jelas, antara tuntutan Iran dan AS. Iran mengajukan 10 poin tunututan gencatan senjata kepada AS yang diklaim telah disetujui oleh Trump. Namun kemudian klaim Iran itu dibantah oleh Gedung Putih.

Di antara tuntutan Iran yang disangkal AS adalah soal program pengayaan uranium dan tidak masuknya Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata. 

Sebaliknya, AS mengajukan tuntutan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang disebut telah disetujui Iran. Namun Iran dengan membantah menyetujui poin itu dan tetap memegang kendali penuh Selat Hormuz. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

WhatsApp Digugat gegara End-to-End Encrypted Chat Dituduh Kebohongan Besar!

Internasional
3 jam lalu

Momen Jet-Jet Tempur Pakistan Bentuk Perisai Lindungi Pesawat Delegasi Iran dari Seragan Israel

Internasional
4 jam lalu

Keras! Menhan Pakistan Sebut Israel Terkutuk, Singgung Gaza dan Lebanon

Internasional
4 jam lalu

Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal