Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana (BPBD) Jepang menyatakan 23 orang luka, satu di antaranya dalam kondisi serius.
Sebagian besar korban tertimpa benda dari langit-langit rumah. Beberapa orang di hotel Kota Hachinohe juga luka. Sejumlah tamu hotel dilarikan ke rumah sakit, namun semuanya dalam keadaan sadar.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan, pecahan kaca berserakan di jalanan Kota Hachinohe. Warga kota tersebut bergegas meninggalkan rumah mereka untuk berlindung di balai kota.
Seorang pengendara pria luka ketika mobilnya masuk ke dalam lubang.
Sejauh ini beberapa kerusakan berat dilaporkan akibat gempa tersebut.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, berdasarkan kebijakan mengutamakan nyawa manusia, pemerintah akan bekerja sama untuk melakukan segala upaya guna menerapkan langkah-langkah tanggap darurat, seperti menyelamatkan mereka yang terdampak.
Gempa juga menyebabkan perjalanan kereta cepat shinkansen antara Fukushima dan Aomori dihentikan sementara. Operator kereta mengumumkan layanan diperkirakan kembali beroperasi pada Selasa pagi.
Gempa juga terasa di pusat Kota Sapporo, Hokkaido. Alarm peringatan gempa berbunyi di seluruh ponsel warga.
Seorang jurnalis stasiun televisi NHK yang berada di Hokkaido menggambarkan dahsyatnya guncangan gempa horizontal yang berlangsung sekitar 30 detik itu. Dia mengaku tidak bisa berdiri saat gempa terjadi.