Gempa Afghanistan Renggut 1.000 Nyawa, Negara-Negara Tunggu Izin Taliban Kirim Tim SAR

Anton Suhartono
Gempa di Afghanistan menewaskan setidaknya 1.000 orang (Foto: Twitter)

Wakil Utusan PBB di Afghanistan Ramiz Alakbarov mengatakan pihaknya tidak punya kemampuan SAR untuk gempa Afghanistan. Dalam hal ini dia menilai Turki punya kesempatan untuk mengirim sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan.

"Kami membicarakan ini dengan kedutaan besar Turki di sini (Kabul) dan mereka masih menunggu permintaan resmi," kata Alakbarov. 

Pejabat manajemen bencana Afghanistan mengatakan korban tewas akibat gempa telah menembus 1.000 orang hingga Rabu malam. Sementara korban luka lebih dari 600 orang. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah bertambah seiring masuknya informasi dari desa-desa terdampak yang berada di pegunungan.

Menurut Alakbarov, pemerintahan Taliban sejauh ini baru meminta bantuan dalam bentuk barang kebutuhan, bukan tim SAR internasional. PBB sudah meminta negara-negara di kawasan untuk menyediakan SDM untuk membantu para korban di Afghanistan.

"Tim kami tidak punya peralatan khusus untuk menyelamatkan orang yang tertimbun reruntuhan. Ini sebagian besar bergantung pada upaya otoritas de facto (Taliban), yang juga memiliki keterbatasan dalam hal ini," katanya.

PBB sejauh ini telah mengirimkan sekitar 10 ton pasokan medis penting ke wilayah tersebut dan mengerahkan 20 tim kesehatan. Berdasarkan penilaian cepat atas situasi di lokasi Afghanistan setidaknya membutuhkan dana segera 15 juta dolar AS untuk penanganan darurat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Jangan Lewatkan! Besok Ada Resepsi Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang

57 tahun lalu

Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal