Gedung Putih: 50 Negara Lebih Hubungi Trump untuk Negosiasikan Tarif

Anton Suhartono
Lebih dari 50 negara telah menghubungi Donald Trump untuk menegosiasikan tarif resiprokal (Foto: AP)

"Jadi saya kira Anda tak akan melihat dampak besar bagi konsumen di AS, karena saya kira, alasan mengapa kita mengalami defisit perdagangan jangka panjang yang terus-menerus adalah orang-orang ini tidak mendapat pasokan yang elastis," kata Hassett.

Dalam pertemuan dengan para investor pada Sabtu, Trump mengatakan akan konsisten pada kebijakan ekonominya setelah mengumumkan kenaikan tarif. Penerapan tarif besar-besaran terhadap mitra dagang AS itu akan kembali membuat AS menjadi negara kaya.

"Bagi banyak investor yang datang ke AS dan menginvestasikan sejumlah besar uang, kebijakan saya tidak akan pernah berubah. Ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi kaya, lebih kaya dari sebelumnya," tuturnya.

Trump tidak peduli dengan dampak kebijakannya yang telah membuat gelombang kejut di seluruh dunia serta membuat panik para investor. 

Kebijakan tersebut, kata Trump, tidak akan pernah berubah meski pasar saham global anjlok setelah dia mengumumkan tarif baru.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal