Gawat, WHO Sebut Covid Varian Delta Bakal Dominasi Penularan Global

Anton Suhartono
Soumya Swaminathan (Foto: Reuters)

Pada kesempatan itu dia juga menumpahkan kekecewaan bahwa vaksin CureVac hanya terbukti efektif 47 persen dalam mencegah penyakit akibat virus corona, di bawah standar yang ditetapkan WHO yakni 50 persen.

Perusahaan asal Jerman yang membuat vaksin itu menyatakan, vaksinnya menjadi kurang efektif karena mendeteksi setidaknya 13 varian baru dalam populasi uji coba klinisnya.

Vaksin-vaksin terbaru yang dibuat seharusnya bisa lebih baik dari yang ada saat ini di pasaran. Bekerja dengan sistem mRNA seperti produk Pfizer dan Moderna, CureVac setidaknya bisa menyamainya.

Meski demikian Swaminathan mengakui semua vaksin mRNA tak bisa dipukul rata efektif melawan virus dengan baik karena setiap perusahaan memiliki racikan masing-masing.

“Hanya karena ini merupakan vaksin mRNA lainnya, kita tidak bisa menganggap semua mRNA itu sama, karena masing-masing memiliki teknologi sedikit berbeda,” kata Swaminathan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
15 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Health
25 hari lalu

Kaget! Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kasus Kusta Terbanyak di Dunia

Nasional
1 bulan lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Nasional
1 bulan lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal