Akan tetapi, PM Polandia itu tidak menjelaskan sumber informasi tentang pergerakan pasukan Wagner itu. Sementara Anton Motolko, tokoh oposisi Belarusia yang kerap memantau aktivitas militer di negara itu, mengatakan kepada Reuters bahwa kelompoknya belum melihat bukti kelompok Wagner bergerak lebih dekat ke Grodno.
Kota itu memiliki posisi strategis dan signifikan. Ini mengingat letaknya di dekat Celah Suwalki, yaitu sebidang tanah strategis di sepanjang perbatasan Polandia-Lithuania, yang memisahkan Belarusia dari eksklave Rusia di Kaliningrad.
Beberapa waktu lalu, beredar video yang menampilkan pemimpin Grup Wagner Yevgeny Prigozhin menyambut para tentaranya ke Belarusia. Dalam rekaman itu, Prigozhin memberi tahu para anak buahnya bahwa mereka tidak akan terlibat lebih lanjut dalam perang di Ukraina untuk saat ini. Namun, dia memerintahkan mereka untuk mengumpulkan kekuatan untuk beroperasi di Afrika.
Keesokan harinya, beberapa tentara Wagner ternyata tiba di tempat pelatihan brigade penyerang lintas udara ke-38 di luar kota Brest, yang berjarak hanya beberapa kilometer dari perbatasan Polandia.
Pindahnya pasukan Wagner ke Belarusia menjadi bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri upaya pemberontakan kelompok tentara bayaran itu di Rusia pada Juni lalu. Kala itu, mereka sempat menduduki markas militer Rusia di Kota Rostov dan bergerak menuju Moskow. Namun, setelah ditengahi oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, pemberontakan itu akhirnya dibatalkan.