Gawat! Jenderal Rusia Ingatkan Konflik Ukraina Bisa Berubah jadi Perang Skala Penuh di Eropa

Ahmad Islamy Jamil
Tank-tank Rusia menguasai jalanan di Kota Mariupol, Ukraina, pada masa-masa awal agresi militer Moskow di negara tetangganya itu pada 2022. (Foto: Reuters)

Perang di Ukraina telah memicu krisis terdalam pada hubungan Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962. Presiden Rusia Vladimir Putin pun memperingatkan bahwa Barat berisiko memicu perang nuklir jika mereka berani mengirimkan pasukan untuk berperang di Ukraina.

Putin menganggap keputusannya mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada Februari 2022 sebagai operasi militer khusus yang dirancang untuk mengamankan keamanan Rusia terhadap kepemimpinan Ukraina yang semakin bermusuhan dan didukung AS. Sementara Kiev menyebut pihaknya mempertahankan diri terhadap perang penaklukan gaya imperialisme yang dirancang Rusia untuk menghapus identitas nasional Ukraina.

Masih dalam artikelnya, Zarudnitsky menganjurkan sejumlah perubahan dalam cara Rusia mengatur militer dan keamanannya. Beberapa rekomendasinya tersebut antara lain memberikan perhatian yang lebih besar kepada negara-negara sahabat demi menjamin keamanan Rusia sendiri; serta mengonsolidasikan seluruh masyarakat Rusia seputar kebutuhan pertahanannya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal