Sejauh iin belum ada komentar dari pemerintah India terkait pernyataan Tarar tersebut.
"Setiap tindakan agresi akan ditanggapi dengan respons yang tegas. India akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi serius di kawasan," kata Tarar, dalam posting-an di media sosial X, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera.
Sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan serangan militer oleh India bisa segera terjadi.
Militernya dalam kondisi siaga tinggi. Dia bahkan mengatakan kemungkinan penggunaan senjata nuklir jika serangan itu mengancam eksistensi Pakistan.
Serangan pada 22 April memperburuk hubungan India dan Pakistan yang sebelumnya sudah renggang. Pasca-serangan itu India memberlakukan beberapa kebijakan, seperti mengusir seluruh warga Pakistan, menghentikan akses air Sungai Indus ke Pakistan, dan menutup perbatasan kedua negara.
Pakistan pun merespons dengan cara yang sama, yakni mengusir seluruh warga India kecuali peziarah Sikh, menutup wilayah udara untuk semua maskapai penerbangan India, serta menghentikan kerja sama perdagangan termasuk yang melibatkan negara ketiga.
Sebenarnya militer kedua negara sudah terlibat baku tembak sejak beberapa hari terakhir di sepanjang Garis Kontrol (LoC) perbatasan sepanjang 740 km. Namun penembakan itu melibatkan senjata ringan dan tidak menimbulkan korban.