Oktober lalu, televisi pemerintah Iran menyiarkan wawancara dengan Khishvand. Dalam kesempatan tersebut, gadis itu menyesali perbuatannya.
“Saya melihat orang-orang mengikuti apa yang saya lakukan. Dan ketika banyak yang menyukainya, saya merasa saya melakukan hal yang benar,” kata Tabar saat wawancara itu.