Selain bisnis yang terkait dengan perekonomian negara, keluarga Assad dilaporkan terlibat dalam aktivitas kriminal, termasuk penyelundupan, perdagangan senjata, perdagangan narkoba, dan pemerasan. Uang dalam jumlah besar yang diperoleh melalui transaksi gelap tesebut dicuci melalui struktur perusahaan yang tampak sah serta organisasi nirlaba yang dijalankan di negara tersebut.
"...keluarga Assad menjalankan sistem patronase yang kompleks termasuk perusahaan cangkang dan perusahaan palsu yang berfungsi sebagai alat bagi rezim untuk mengakses sumber keuangan," demikian laporan Deplu AS.
Selain data yang telah disebutkan, keluarga Assad juga memiliki bisnis sektor kosntruksi dan impor kendaraan.
Laporan itu menyebutkan, bisnis tersebut dijalankan oleh keluarga Shalish, sepupu dari pihak ayah Bashar Al Assad. Dhu Al Himma Shalish alias Zuhayr Shalish dan Riad Shalish memiliki kekayaan bersih lebih dari 1 miliar dolar.
Rami Makhlouf, salah satu orang terkaya dan terkuat di Suriah, yang juga bagian dari silsilah keluarga Assad, menguasai sebagian besar perekonomian Suriah.
Setelah berkonflik dengan Presiden Assad pada 2020, banyak kepentingan bisnisnya jatuh ke tangan kurator negara. Ini berarti, sebagian besar aset keuangannya, diperkirakan sekitar 5-10 miliar dolar, masuk ke kas Assad.