ISTANBUL, iNews.id - Para aktivis misi kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), mengungkap penyiksaan yang dilakukan tentara Israel terhadap mereka selama penahanan. Bentuk kekerasan yang dialami para aktivis disebut mulai dari disetrum, dipukul, ditendang, hingga pelecehan seksual.
Aktivis Belgia Arno Meyne mengatakan, sejumlah aktivis mengalami luka serius seperti patah tulang dan trauma kepala selama berada di “kapal penjara” milik Israel. Dia bahkan menyebut beberapa aktivis mengalami pelecehan seksual.
Selain itu, para aktivis juga mengaku mengalami kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi. Dokter asal Australia Bianca Webb-Pullman mengatakan para aktivis diperlakukan lebih buruk daripada hewan karena dibiarkan kelaparan dan kehausan selama penahanan.
“Kami bukan penjahat. Kami diperlakukan lebih buruk daripada hewan. Maksud saya, hewan, Anda masih akan memberinya air,” ujar Webb-Pullman, dikutip dari Anadolu, Jumat (22/5/2026).
Israel sebelumnya membebaskan 422 aktivis misi kemanusiaan Gaza dari 44 negara pada Kamis (21/5/2026). Mereka ditangkap sejak Senin lalu sebelum diterbangkan ke Turki untuk dipulangkan ke negara masing-masing.