Erdogan Sebut Turki Bisa Invasi Israel demi Bantu Palestina

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

Pada 7 Oktober 2023, Israel menjadi sasaran serangan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Jalur Gaza. Setelah itu, para pejuang Hamas Palestina menerobos perbatasan ke Israel menembaki militer dan penduduk sipil zionis, serta menawan lebih dari 200 orang. Menurut pihak berwenang, sekitar 1.200 penduduk Israel tewas dalam serangan "Operasi Banjir al-Aqsa" itu.

Militer Israel kemudian melancarkan "Operasi Pedang Besi" di Jalur Gaza. Zionis mengumumkan blokade penuh terhadap daerah kantong Palestina itu. Pasokan air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan ke Gaza pun dihentikan. 

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas akibat serangan Israel terhadap daerah kantong itu sejak 7 Oktober telah melampaui 39.000 orang, dengan lebih dari 89.800 orang terluka.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?

57 tahun lalu

Pemukim Israel Terus Berulah Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Rusak Sumber Air

57 tahun lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal