Duterte Ancam Hentikan Kerja Sama Militer dengan AS jika Tak Dapat Vaksin Covid, Jubir: Bukan Memeras

Anton Suhartono
Rodrigo Duterte (Foto: AP)

Penangguhan akan selesai pada akhir 2020, namun bisa diperpanjang selama 6 bulan lagi untuk memungkinkan kedua pihak menyepakati poin-poin baru yang saling menguntungkan.

Kini Filipina menggunakan vaksin Covid-19 sebagai penentu nasib perjanjian VFA.

Pernyataan Duterte itu dikritik senator Panfilo Lacson. Dia mengatakan Duterte memperlakukan AS seperti orang kampung.

“Harus ada cara lebih diplomatis atau setidaknya lebih baik untuk meminta bantuan sekutu lama soal vaksin. Bagi kami terdengar seperti kita memeras mereka. Kita punya peluang bagus untuk mendapatkan vaksin lebih awal dari AS, namun seseorang dari pihak kita menjatuhkan bola dan belum dimintai pertanggungjawaban,” kata Lacson.

Menteri Kesehatan Francisco Duque III mendapat banyak kritikan karena gagal meneken perjanjian pembelian vaksin Pfizer. Akibatnya, Filipina kehilangan kesempatan mendapatkan 10 juta dosis pada Januari mendatang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Mencekam! Suara Tembakan Guncang Gedung Parlemen Filipina, Polisi Buru Senator Buronan ICC

Internasional
5 hari lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Nasional
5 hari lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Internasional
5 hari lalu

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Dimakzulkan 2 Kali, Pertama dalam Sejarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal