Mengapa Bisa Berubah Setiap Tahun?
Ramadan ditentukan berdasarkan kalender hijriah yang mengikuti peredaran bulan. Satu tahun hijriah lebih pendek sekitar 10 sampai 12 hari dibanding kalender masehi. Karena itu, Ramadan terus bergeser setiap tahun.
Pergerakan ini membuat Ramadan berpindah-pindah musim dalam siklus sekitar 33 tahun. Saat ini, Ramadan berada di periode musim dingin di belahan bumi utara, sehingga durasi puasa lebih singkat.
Sebaliknya di Belahan Selatan
Berbeda dengan utara, negara-negara di belahan bumi selatan justru mengalami durasi puasa lebih panjang karena masih berada di periode musim panas atau akhir musim panas.
Beberapa negara dengan durasi puasa terpanjang antara lain:
1. Selandia Baru (Christchurch) – 15 jam 22 menit
2. Cile (Puerto Montt) – 15 jam 13 menit
3. Australia (Canberra) – 14 jam 48 menit
4. Uruguay (Montevideo) – 14 jam 42 menit
5. Argentina (Buenos Aires) – 14 jam 42 menit
Meski demikian, durasi puasa di selatan juga akan terus berkurang mendekati akhir Ramadan seiring perubahan posisi matahari.
Perbedaan durasi puasa ini sepenuhnya merupakan fenomena astronomi yang berkaitan dengan rotasi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap matahari. Saat Ramadan kembali jatuh pada musim panas di belahan bumi utara beberapa tahun mendatang, durasi puasa di wilayah tersebut akan kembali panjang.