KAIRO, iNews.id - Hamas menegaskan tak perlu proposal baru untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan Hamas, Kamis (5/9/2024), mengomentari usulan baru yang akan diajukan mediator, Amerika Serikat, untuk negosiasi putaran baru.
Kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza itu menyatakan, tekanan harus diberikan kepada Israel untuk menyetujui proposal yang diajukan Presiden AS Joe Biden.
Hamas telah menyetujui proposal itu sebagaimana disampaikan dalam negosiasi pada 2 Juli. Namun Israel menolaknya, bahkan dalam pembicaraan putaran terakhir mereka mengajukan syarat baru.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha menggagalkan kesepakatan dengan menolak untuk menarik militer dari Koridor Philadelphi di Gaza selatan. Koridor tersebut membentang sepanjang 14 km di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir. Artinya Israel ingin menguasai akses Gaza dengan Rafah.
“Kami memperingatkan agar tidak jatuh ke dalam perangkap dan tipu daya Netanyahu, karena dia menggunakan negosiasi untuk memperpanjang agresi terhadap rakyat kami,” bunyi pernyataan Hamas.