Pesawat, kapal, truk, serta gudang penyimpanan harus dilengkapi dengan freezer, tentu saja bukan kotak pendingin biasa. Tantangan lain, botol vaksin harus tahan suhu ekstrem.
"Kami baru paham kompleksitas pengiriman. Tidak ada jalan lain, ini menuntut suhu sangat ekstrem yang akan membatasi akses dan pengiriman," kata J Stephen Morrison, wakil presiden lembaga riset Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS), dikutip dari The New York Times, Minggu (20/9/2020).
Dari tiga vaksin yang sudah menjalani uji coba klinis Fase 3 di AS, dua di antaranya, dibuat oleh Moderna-National Institutes of Health serta Pfizer-BioNTech, harus disimpan dalam kondisi beku secara konstan. Vaksi dibuat dari materi genetik yang bisa hancur jika mencair.
Kandidat vaksin lainnya, termasuk yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford Inggris, harus tetap di suhu dingin meskipun tidak sampai dibekukan.
Perusahaan distributor obat, McKesson, memenangkan kontrak dari pemerintah federal AS pada bulan lalu untuk mengirim vaksin virus corona. Namun, tetap saja sebagian besar pengiriman akan jatuh ke perusahaan di luar industri medis dan obat-obatan mengingat permintaannya sangat besar.