Duh! Covid Varian Delta Sudah Menyebar ke Lebih dari 80 Negara dan Terus Bermutasi

Ahmad Islamy Jamil
Kepala Teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. (Foto: Reuters)

Pekan lalu, Kepala Penasihat Medis Presiden AS, Dr Anthony Fauci mengatakan, kondisi yang terjadi di Inggris tidak boleh sampai terjadi di Amerika Serikat. Dia pun menyerukan kepada warga AS bersedia divaksinasi, terutama orang dewasa muda.

Selasa (15/6/2021) lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menetapkan varian delta sebagai varian yang menjadi perhatian di Amerika. WHO pun telah menetapkan varian delta sebagai varian yang menjadi perhatian pada awal Mei.

WHO pada Selasa kemarin juga menambahkan mutasi Covid lainnya, yakni varian lambda, ke dalam daftar varian yang mendapat perhatian khusus. Badan tersebut memantau lebih dari 50 varian Covid yang berbeda, namun tidak semuanya menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang cukup untuk membuat daftar pantauan resmi WHO. 

Varian lambda memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan yang dapat berdampak pada penularannya. Akan tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mutasi tersebut, kata Van Kerkhove.

Varian lambda terdeteksi oleh para ilmuwan di Amerika Selatan, termasuk di Cile, Peru, Ekuador, dan Argentina, berkat peningkatan pengawasan genomik.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Bantah Klaim AS Sistem Pertahanannya Hancur: Jangan Percaya Musuh!

57 tahun lalu

AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!

57 tahun lalu

Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone

57 tahun lalu

Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal