Dubes Lu Shaye Pertanyakan Kedaulatan Negara Bekas Soviet, Begini Tanggapan China

umaya
Jubir Kemenlu China, Mao Ning. (Foto: Reuters)

BEIJING, iNews.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning dalam jumpa pers reguler Senin (24/4/2023) mengatakan, Beijing menghormati kedaulatan semua negara. Pernyataannya tentang kedaulatan negara bekas Soviet itu juga mewakili sikap resmi pemerintah China. 

"China menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah semua negara dan menjunjung tinggi tujuan dan prinsip Piagam PBB," kata Mao. 

Mao menambahkan, China bersikap objektif dan tidak memihak dalam masalah kedaulatan.

Sebelumnya, Duta Besar China untuk Prancis, Lu Shaye dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi Prancis pada Jumat (21/4/2023) mengatakan, Krimea merupakan bagian dari Rusia dan bukan Ukraina. Krimea telah diberikan ke Ukraina oleh mantan pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev.

"Negara-negara bekas Uni Soviet ini sebenarnya tidak memiliki status dalam hukum internasional karena tidak ada kesepakatan internasional untuk mewujudkan status kedaulatan mereka," tambah Shaye.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
2 hari lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Nasional
2 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
4 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal