Dua Ahli Bom Tewas Terkena Ledakan saat Memeriksa Amunisi Bekas Perang Dunia II

Anton Suhartono
Tim forensik kepolisian Solomon memeriksa lokasi kejadian ledakan bom bekas Perang Dunia II (Foto: AFP)

Tunuki menegaskan, polisi tidak mengetahui ada bom atau persenjataan yang disimpan di tempat itu.

Terkait insiden ini, bahan-bahan peledak yang ada di lokasi telah dipindahkan. Polisi juga meyakinkan warga sekitar bahwa wilayah di pinggiran kota itu sudah aman.

Norwegian People's Aid menyatakan, semua akitivitas organisasi di Kepulauan Solomon ditangguhkan sementara sampai ada kepastian mengenai penyebab ledakan.

"Penyelidikan harus diselesaikan sebelum membuat kesimpulan tentang penyebab kejadian. Kecelakaan yang tragis, sejauh ini kami mengetahui terjadi ledakan yang menyebabkan kematian," kata organisasi, dalam pernyataan.

Organisasi amal tersebut menyebut banyak amunisi bekas Perang Dunia II yang tak sempat meledak di Kepulauan Solomon. Kondisi ini tidak hanya berisiko terjadi ledakan, namun juga amunisi melepaskan bahan kimia berbahaya yang mencemari lingkungan setelah 75 tahun terpendam.

"Amunisi dari konflik terus membunuh atau melukai penduduk setempat dan digunakan sebagai praktik penangkapan ikan yang merusak," kata organisasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Dikirim ke Pusdokkes Polri

57 tahun lalu

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, Polisi Temukan 13 Potongan Tubuh

57 tahun lalu

12 Rumah Rusak Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak, Termasuk Gereja

57 tahun lalu

Identitas Korban Tewas Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak, 3 Masih Dicari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal