Akibatnya, serangan drone Hizbullah disebut menyebabkan kematian dan banyak korban luka di kalangan tentara Israel yang bertugas di Lebanon selatan.
Di tengah situasi tersebut, militer Israel justru dikabarkan bersiap memperluas operasi darat di Lebanon meski gencatan senjata masih berlaku sejak bulan lalu.
“Mengingat gencatan senjata dan pelanggaran yang terus berlanjut oleh Hizbullah, tentara Israel sudah bersiap di lapangan untuk memperluas operasi darat di Lebanon,” demikian laporan Channel 12.
Israel menuding Hizbullah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Padahal, militer Zionis juga terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada pertengahan April lalu.
Sumber militer Israel mengatakan pasukan saat ini tengah melakukan persiapan di lapangan sambil menunggu keputusan politik untuk memperluas operasi.
“Kami sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa pimpinan politik akan memberikan lampu hijau memperluas operasi di Lebanon,” ujarnya.
Saat ini, tiga divisi militer Israel dilaporkan masih beroperasi di wilayah Lebanon.