Para peneliti Singapura, yakni dari Singapore General Hospital (SGH) dan Duke-NUS Medical School, menemukan kemanjuran dalam 12 hari setelah pengguna mendapatkan dosis pertama.
Perlindungan tersebut merupakan hasil dari perkembangan awal antibodi dan jenis sel kekebalan yang dikenal dengan sel-T yang secara khusus menargetkan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Profesor penyakit menular Duke-NUS Ooi Eng Eong mengatakan, pengetahuan ini dapat membantu para peneliti dalam menilai pembuatan vaksin di masa depan serta memantau lamanya seseorang bisa kebal terhadap Covid-19.
Untuk menguji keefektifan vaksin Covid-19, para ilmuwan biasanya mencari jenis antibodi spesifik yang dikenal sebagai penetral yang mampu mengikat virus SARS-CoV-2 dan mencegahnya menginfeksi sel manusia.
Namun, berbeda dengan Ooi, Jenny Low, konsultan senior di Departemen Penyakit Menular SGH mengatakan, penelitian yang dilakukan untuk vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna menunjukkan tidak ada tingkat antibodi penetral yang terdeteksi 12 hari setelah dosis pertama meskipun perlindungan sudah diberikan.