Donald Trump Minta Opsi Serang Fasilitas Nuklir Iran, Ditolak Pejabat Gedung Putih

Anton Suhartono
Donald Trump dilaporkan meminta opsi kepada para pejabat keamanan nasional untuk menyerang fasilitas nuklir Iran (Foto: AFP)

Permintaan opsi untuk menyerang fasilitas nuklir utama Iran itu disampaikan Trump sehari setelah badan pengawas atom PBB melaporkan bahwa Iran merampungkan pemindahan aliran pertama sentrifugal canggih dari pabrik di permukaan ke situs pengayaan uranium bawah tanah. Aktivitas itu merupakan pelanggaran terbaru kesepakatan nuklir tahun 2015 yang juga diteken lima negara besar lainnya, yakni Rusia, China, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Stok 2,4 ton uranium yang diperkaya milik Iran saat ini jauh di atas batas kesepakatan yakni 202,8 kg.

Sementara itu ketegangan AS dan Iran meningkat sejak setahun terakhir. Pada Januari, Trump memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di bandara Baghdad, Irak. Soleimani tewas dalam serangan drone AS, memicu serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer sekutu di Irak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Intelijen AS Kaget Militer Iran Mampu Pulihkan Persenjataan padahal Digempur Habis-habisan

Internasional
6 jam lalu

Diam-Diam, AS dan Iran Gelar Pembicaraan Intensif untuk Akhiri Konflik

Internasional
9 jam lalu

Trump: Episode Perang Iran Segera Berakhir!

Internasional
10 jam lalu

Kapal Induk AS USS Nimitz Siaga Dekat Kuba, Trump: Kita Ingin Bantu Mereka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal