Donald Trump Minta Opsi Serang Fasilitas Nuklir Iran, Ditolak Pejabat Gedung Putih

Anton Suhartono
Donald Trump dilaporkan meminta opsi kepada para pejabat keamanan nasional untuk menyerang fasilitas nuklir Iran (Foto: AFP)

Sejauh ini Gedung Putih menolak berkomentar soal laporan tersebut.

Trump menghabiskan 4 tahun kepresidenannya dengan terlibat lebih dalam terkait Iran, di antaranya menarik diri dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang diteken oleh pendahulunya Barack Obama serta menjatuhkan sanksi ekonomi terbaru.

Permintaan opsi untuk menyerang fasilitas nuklir utama Iran itu disampaikan Trump sehari setelah badan pengawas atom PBB melaporkan bahwa Iran merampungkan pemindahan aliran pertama sentrifugal canggih dari pabrik di permukaan ke situs pengayaan uranium bawah tanah. Aktivitas itu merupakan pelanggaran terbaru kesepakatan nuklir tahun 2015 yang juga diteken lima negara besar lainnya, yakni Rusia, China, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Stok 2,4 ton uranium yang diperkaya milik Iran saat ini jauh di atas batas kesepakatan yakni 202,8 kg.

Sementara itu ketegangan AS dan Iran meningkat sejak setahun terakhir. Pada Januari, Trump memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di bandara Baghdad, Irak. Soleimani tewas dalam serangan drone AS, memicu serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer sekutu di Irak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 jam lalu

Iran Deklarasikan Perang Skala Penuh Lawan AS

10 jam lalu

Konflik Memanas, Houthi Terapkan Blokade Laut Arab Saudi

23 jam lalu

Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat

1 hari lalu

AS Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, Teheran: Tindakan Biadab!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal