Donald Trump: jika Saya Presiden, Tak Akan Ada Orang yang Mati di Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Reuters)

Politikus Partai Republik itu mengungkapan, dia selalu diperingatkan agar tidak membiarkan Moskow dan Beijing mengembangkan hubungan yang lebih dekat. Akan tetapi, justru itulah yang terjadi di bawah pemerintahan AS saat ini.

“Jangan pernah izinkan Rusia dan China berkumpul, apalagi ‘menikah’, jangan pernah membiarkan itu terjadi. Dan sekarang kita (AS) malah tidak sekadar mengizinkannya, kita telah menjadikan mereka sahabat karib, kita memaksa mereka untuk bersama,” kata Trump.

Pada Januari lalu, Trump mengatakan dunia telah menjadi “lebih berbahaya” di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden. Dia mengklaim, selama masa pemerintahannya dulu, ancaman penggunaan senjata nuklir tidak pernah digunakan untuk melawan AS. Akan tetapi, musuh-musuh asing dapat menggunakan retorika semacam itu sekarang karena mereka tak lagi menghormati kepemimpinan Amerika Serikat saat ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
4 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
5 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Internasional
1 hari lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal