Kho mengaku belum mengetahui soal laporan polisi terhadapnya dan menolak berkomentar.
Pada Sabtu lalu, Kho mengunggah surat terbuka di Facebook-nya ditujukan kepada ketua komisi pakar vaksinasi Covid-19, Benjamin Ong.
Surat yang awalnya ditandatangani oleh empat dokter lain itu namun direvisi, menjelaskan, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di Amerika Serikat meninggal beberapa hari setelah mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19.
Surat itu juga mengungkap, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS baru saja memulai penyelidikan atas penyebab kematian anak itu yakni gagal jantung setelah mendapat vaksin jenis mRNA.
Para dokter mendesak agar Singapura menghentikan vaksin terhadap anak-anak sampai otoritas AS dan organisasi serupa merilis data lebih kuat mengenai kasus ini.