Sebelumnya, Musk sempat mendapat kecaman karena mendukung sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa komunitas Yahudi mendorong kebencian terhadap orang-orang kulit putih. Kala itu, Musk menyebut cuitan pengguna X tersebut sebagai “kebenaran yang sebenarnya”.
Akibat komentar Musk tersebut, perusahaan film Warner Bros, Sony Pictures, Paramount, dan Lionsgate menangguhkan iklan mereka di jejaring sosial X. Mereka menilai komentarnya Musk itu “anti-Semit” (baca: anti-Yahudi).
Langkah serupa juga diambil oleh Walt Disney, serta raksasa teknologi IBM dan Apple.
Pekan lalu, Musk mengatakan bahwa X alias Twitter akan menyumbangkan seluruh pendapatannya dari konten terkait konflik di Jalur Gaza ke rumah sakit Israel dan organisasi kemanusiaan internasional yang memberikan bantuan medis kepada warga Palestina.