Dituduh Sebarkan Propaganda Anti-Prancis, Begini Jawaban Pedas Turki ke Presiden Macron

Anton Suhartono
Emmanuel Macron menuduh Turki sebarkan propaganda anti-Prancis di Afrika (Foto: Reuters)

"Turki berharap Paris lebih dewasa menghadapi masa lalu kolonialnya tanpa menyalahkan negara lain," bunyi pernyataan.

Kunjungan Macron ke Aljazair dilakukan di tengah ketegangan hubungan kedua negara. Tahun lalu, Macron mempertanyakan status Aljazair sebagai negara sebelum penjajahan seraya menuduhnya mengobarkan kebencian terhadap Prancis. 

Sebagai tanggapan, Aljazair menarik duta besarnya dari Paris dan melarang pesawat militer Prancis melintas di wilayah udaranya. Namun hubungan telah membaik disertai dengan izin bagi pesawat militer Prancis melalui wilayah udara Aljazair menuju pangkalan militer sub-Sahara Afrika. 

Sementara itu buah dari kunjungan pekan lalu, Macron dan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune mendeklarasikan kemajuan dalam hubungan bilateral.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Breaking News: Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal