Dituduh Pro-Rusia, Tokoh Agama Kristen Ortodoks Ukraina Jalani Tahanan Rumah di Desa Terpencil

Umaya Khusniah
Metropolitan Pavlo harus menjalani tahanan rumah selama 60 hari. (Foto: Reuters)

Sementara itu, Pavlo mengatakan rumah itu juga tidak layak huni. Tidak ada fasilitas apa pun di rumah itu.

"Tidak ada apa-apa untuk tidur, tidak ada pemanas dan tidak ada lampu. Tidak ada dapur, tidak ada sendok. Tapi tidak apa-apa, saya akan menanggung semuanya," katanya. 

Selama ini, Pavlo telah tinggal di akomodasi di Kiev-Pechersk Lavra, sebuah kompleks biara berusia 980 tahun yang menurut pemerintah harus ditinggalkan oleh gereja. Namun sampai saat ini, gereja menolak untuk pergi.

Kiev menindak UOC dengan alasan pro-Rusia dan bekerja sama dengan Moskow. Namun tuduhan itu dibantah gereja.

Sebanyak 61 pendeta UOC telah dituduh terlibat kasus pidana sejak awal tahun 2022. Tujuh di antaranya dinyatakan bersalah.

UOC telah dituduh mempertahankan hubungan dengan Gereja Ortodoks Rusia yang pro-invasi. Gereja Ortodoks Rusia dulunya merupakan gereja induk Gereja Ortodoks Rusia. Tetapi UOC mengaku telah memutuskan hubungan pada Mei 2022.

Bulan lalu, Moskow mengatakan Ukraina menyerang UOC secara ilegal. Hal itu menegaskan perlunya operasi militernya di Ukraina.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Prabowo ke Rusia Besok, Bahas Energi dengan Vladimir Putin

Internasional
9 jam lalu

PM Spanyol Sanchez kepada Eropa: Dukung Lebanon sebagaimana Kita Bantu Ukraina!

Nasional
20 jam lalu

Prabowo Berencana ke Rusia dalam Waktu Dekat, Lanjutkan Diplomasi

Nasional
4 hari lalu

Ketua KPK Ngaku Belum Dipanggil Dewas terkait Laporan soal Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal