Meskipun pemerintahan PM Narendra Modi tidak memberi komentar apapun tentang tuduhan-tuduhan terhadap Akbar, tekanan kian meningkat untuk menanggapi tuduhan itu.
Kelompok-kelompok perempuan, asosiasi wartawan, dan kelompok oposisi Partai Kongres menuntut Modi segera mengambil tindakan terhadap Akbar.
“Saya kaget pemerintah tidak memintanya untuk mengundurkan diri lebih awal,” ujar Ajoy Bose, seorang analis politik independen di New Delhi.
Dia mengatakan sulit untuk mengabaikan tuduhan-tuduhan itu.
“Terlalu banyak perempuan yang telah maju dan menyampaikan tuduhan. Tuduhan-tuduhan ini luar biasa banyak,” imbuhnya.
Sebanyak 20 wartawan perempuan yang sebelumnya bekerja di bawah pimpinan Akbar ikut menyampaikan tuduhan pasca gugatan pencemaran nama baik yang disampaikan Akbar terhadap Ramani.
Mereka menulis surat, meminta pengadilan mempertimbangkan kesaksian mereka.
“Akbar dikenal suka menyampaikan pujian yang tidak semestinya lewat pesan teks dan telepon cabul, dan tidak suka ditolak,” ujar Ramani.
Wartawan ini bekerja di bawah Akbar pada 1990an. Gerakan #MeToo di India meluas setelah aktris Bollywood Tanushree Dutta menuduh aktor Nana Patekar melecehkannya secara seksual dalam syuting sebuah film.
Menteri Akbar adalah tokoh terbaru yang mundur pasca membludaknya tuduhan. Beberapa hari lalu, dua editor surat kabar terkemuka lain juga mengundurkan diri, sebuah rumah produksi Bollywood ditutup, dan kelompok komedi terbesar di India kini berada dalam kekacauan.