Dilema Zelensky, Pertahankan Kedaulatan atau Akhiri Perang dengan Rusia?

Anton Suhartono
Volodymyr Zelensky menghadapi dilema terbesar sejak invasi Rusia, merelakan wilayah Ukraina atau perang panjang demi kedaulatan (Foto: AP)

“Masalah teritorial merupakan isu yang akan kami selesaikan antara saya dan Putin,” ujar Zelensky, setelah bertemu Trump dan sejumlah pemimpin Eropa. 

Dia menegaskan, keputusan akhir terkait wilayah tidak akan ditentukan pihak ketiga.

Menariknya, untuk pertama kalinya Zelensky juga memberi sinyal kelonggaran dalam negosiasi dengan Rusia. Dia menegaskan tidak akan memaksakan syarat penghentian perang atau serangan sebagai prasyarat pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Jika Ukraina mulai menetapkan beberapa syarat global, Rusia akan mengajukan 100 syarat. Saya kira tanpa syarat apa pun, kita bisa bertemu dan memikirkan langkah selanjutnya untuk mengakhiri perang,” kata Zelensky.

Sikap ini membuka spekulasi baru, apakah Ukraina mulai menimbang kompromi teritorial demi menghentikan konflik? Atau justru langkah ini akan melemahkan posisi Zelensky di dalam negeri yang selama ini menjunjung tinggi kedaulatan penuh?

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Trump Marahi Netanyahu! Serangan Israel di Lebanon Ancam Diplomasi AS-Iran

57 tahun lalu

Acuhkan Pengumuman Gencatan Senjata Trump, Israel Terus Bombardir Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal