Dilema Zelensky, Pertahankan Kedaulatan atau Akhiri Perang dengan Rusia?

Anton Suhartono
Volodymyr Zelensky menghadapi dilema terbesar sejak invasi Rusia, merelakan wilayah Ukraina atau perang panjang demi kedaulatan (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadapi dilema terbesar sejak invasi Rusia dimulai. Dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Senin (18/8/2025), muncul wacana bahwa Ukraina bisa saja merelakan sebagian wilayahnya dicaplok Rusia demi menghentikan perang yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Menurut laporan surat kabar AS The Wall Street Journal (WSJ), Zelensky tidak menolak penyerahan wilayah negaranya kepada Rusia selama pembicaraan dengan Trump di Gedung Putih.

Sebelum pertemuan itu, Trump dalam postingan di media sosial Truth Social, juga mewanti-wanti Zelensky agar mempertimbangkan opsi penyerahan wilayah. Pasalnya, jika perang terus berlanjut, risiko Ukraina kehilangan wilayah yang lebih luas akan semakin besar.

Namun, Zelensky harus berhadapan dengan konstitusi negaranya yang tentu saja melarang penyerahan teritorial kepada negara lain. 

Di satu sisi, dia dituntut mempertahankan kedaulatan, tetapi di sisi lain, tekanan perang yang berkepanjangan telah melelahkan Ukraina secara militer maupun ekonomi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Trump Marahi Netanyahu! Serangan Israel di Lebanon Ancam Diplomasi AS-Iran

57 tahun lalu

Acuhkan Pengumuman Gencatan Senjata Trump, Israel Terus Bombardir Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal