"Sejujurnya, saya sangat gembira dengan penerbangan perdana ini. Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," ujarnya.
Pesawat Boeing 747-8 tersebut sebelumnya digunakan oleh keluarga kerajaan Qatar selama beberapa tahun sebelum dihadiahkan kepada Amerika Serikat saat kunjungan Trump ke Timur Tengah tahun lalu.
Trump bahkan menyebut AS tidak mungkin membuat pesawat seperti itu, meski pesawat Boeing 747 diproduksi di dalam negeri.
Dia menjelaskan pesawat tersebut telah menjalani modifikasi besar-besaran sejak diserahkan ke AS agar memenuhi standar keamanan dan persyaratan sebagai pesawat kepresidenan.
"Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden. Ini berarti keamanan dan semua fitur tambahan telah mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tapi ini benar-benar luar biasa," katanya.
Trump menggunakan Air Force One baru itu untuk menghadiri acara di Perpustakaan Kepresidenan Theodore Roosevelt di North Dakota dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-250 Amerika Serikat.
Meski sudah resmi digunakan, Air Force One hadiah Qatar hanya akan beroperasi sebagai pesawat kepresidenan sementara. Pesawat itu akan digunakan hingga Boeing menyelesaikan pesanan dua Air Force One baru yang dirancang khusus untuk Gedung Putih, yang diperkirakan rampung dalam 2 tahun mendatang.