Diancam Trump soal Pangkalan Bagram, Afghanistan Tegaskan Tak Takut

Anton Suhartono
Afghanistan menolak ancaman Donald Trump terkait penyerahan Pangkalan Udara Bagram (Foto: AP)

Berdasarkan kesepakatan tahun 2020 antara Taliban dan pemerintahan periode pertama Trump, semua pasukan asing harus meninggalkan Afghanistan pada 2021. Setelah itu Taliban akan membentuk pemerintahan sementara, yang saat ini telah berkuasa.

Fitrat juga mendesak pemerintah AS untuk berpegang teguh pada Perjanjian Doha seraya menyerukan kepada AS untuk mengadopsi kebijakan realisme dan rasionalitas ketimbang menggunakan kembali pendekatan masa lalu yang gagal.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Afghanistan Qari Fasihuddin Fitrat mengatakan, ada pihak-pihak yang ingin merebut kembali Bagram melalui interaksi politik.

Dia menegaskan, Afghanistan tidak akan menyerahkan sejengkal tanah kepada siapa pun 

"Ini adalah hal yang tak mungkin dan mustahil," ujarnya.

"Bersandar kepada Allah SWT, kami tidak takut kepada siapa pun, tidak kepada penindas atau perundung, dan kami membuktikannya melalui 20 tahun perjuangan melawan penjajahan Amerika Serikat dan sekutunya," katanya.

Menteri Pertahanan Afghanistan Mohammad Yaqoob Mujahid memberikan pernyataan lebih tegas.

"Jawaban kami adalah, jika Anda tidak pergi dan menginginkan pangkalan itu, kami siap melawan Anda 20 tahun lagi," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Ratusan Luka

6 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir

7 jam lalu

Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!

8 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal