“Langkah AS bertujuan untuk memanfaatkan peluang politik mengingat krisis kepercayaan dengan pemerintah Israel saat ini,” ujarnya.
Disebutkan pula, AS menilai perlunya membangun mekanisme kepercayaan baru dengan Israel, meski Trump belum memberikan dukungan secara resmi kepada para politisi oposisi Israel.
Hasil polling yang diterbitkan surat kabar Maariv pada Jumat pekan lalu menunjukkan, oposisi Israel bisa membentuk pemerintahan jika pemilu diadakan saat ini. Oposisi bisa memenangkan 61 kursi di parlemen Knesset melawan 49 untuk blok Netanyahu.
Jajak pendapat juga mengungkap, partai-partai Arab akan memenangkan 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.