Hamdan menegaskan faksi-faksi perlawanan Palestina, termasuk Hamas, berkomitmen untuk mendukung Komite Administratif yang mengelola urusan Gaza. Setiap upaya yang memanfaatkan kekuatan internasional untuk melemahkan keinginan rakyat Palestina akan menghadapi perlawanan akan sepenuhnya ditolak.
Hamdan melanjutkan, upaya untuk melucuti senjata kelompok juga perlwanan akan ditentang.
"Masalah senjata Palestina terkait dengan keberadaan penjajah dan berakhirnya pendudukan dan bahwa (kelompok) perlawanan Palestina sejak 1917 telah berkomitmen pada prinsip merebut kembali tanah dan mewujudkan kemerdekaan nasional," ujarnya, merespons pemberitaan The New York Times.
Hamdan menegaskan senjata-senjata yang digunakan Hamas sah menurut hukum internasional dan kehendak rakyat Palestina karena digunakan untuk melawan penjajahan.
"Ini tidak akan diserahkan sampai tujuannya untuk mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya tercapai," tuturnya.