Di Tengah Sanksi AS, Iran Berjuang Dapatkan Pasokan Obat dan Makanan

Nathania Riris Michico
Warga Iran berjalan di pusat Kota Teheran. (foto: AFP)

Dia juga menyoroti tingginya jumlah eksekusi di Iran, termasuk anak-anak, serta penganiayaan terhadap warga Arab Ahwaz, Turki Azerbaijan, Kurdi, dan kelompok agama dan etnis minoritas lainnya.

Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir multinasional 2015 dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi penuh terhadap negara itu tahun lalu. Hal itu sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" untuk mengubah perilaku elit penguasa Iran.

Perwakilan khusus pemerintahan Trump untuk Iran Brian Hook mengatakan bahwa makanan dan impor medis dibebaskan dari sanksi.

Namun, menurut Rehman, kurangnya akses ke pasar global menyebabkan Iran kekurangan sejumlah pasokan medis.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah menyampaikan keluhan tentang dampak kemanusiaan dari sanksi terhadap warga Iran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Megapolitan
1 hari lalu

Jelang Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran, Lalin di Sekitar GBK Macet

Internasional
1 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
2 hari lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Internasional
2 hari lalu

Perundingan Nuklir dengan AS, Menlu Iran Araghchi: Awal yang Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal