Di Korea Utara, Pakai Lipstik Merah Dianggap sebagai Perlawanan pada Negara

Arif Budiwinarto
Di Korea Utara, perempuan mengenakan lipstik berwarna merah dianggap sebagai bentuk perlawanan pada negara. (foto: CNN)

"Warna merah mewakili kapitalisme dan itulah kenapa komunitas Korea Utara tidak memperbolehkan Anda memakainya," ujarnya.

Kang menceritakan lebih lanjut, setiap hari di pusat-pusat keramaian masyarakat selalu terlihat Gyuchalde--polisi fesyen di Korut--yang berpatroli. Mereka bukan hanya mengecek gaya rambut, riasan tetapi juga gaya berpakaian perempuan-perempuan Korut.

Sebab, disinyalir banyak perempuan Korut yang secara diam-diam mengadopsi gaya berpakaian perempuan Korsel yang dianggap lebih moderat.

Tak hanya Gyuchalde, kata Kang, penduduk tradisional Korut juga tidak senang dengan masuknya budaya Korsel ke negara mereka. Bahkan, mereka tak segan memberikan sanksi sosial bagi perempuan atau orang yang ketahuan mengadopsi budaya negara tetangga.

"Kapanpun saya memakai make-up, orang-orang tua di desa akan mengatakan bahwa saya pemberontak kapitalis."

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
2 hari lalu

Wisata Kuliner Korea Selatan untuk Traveler Indonesia: Hidangan, Jajanan, dan Tips Makan

22 hari lalu

Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!

27 hari lalu

Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik

1 bulan lalu

Bikin Pangling! Okie Agustina Diam-Diam Operasi Estetika di Korsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal