Pengacara Maduro, Barry Pollack, mengatakan kepada Hellerstein pihaknya akan menyiapkan litigasi luas mengenai legalitas "penculikan militer" yang dilakukan terhadap kliennya.
Istri Maduro, Cilia Flores, juga mengaku tidak bersalah. Dia menghadapi tuduhan yang sama kecuali terorisme narkoba.
Sidang berikutnya akan digelar pada 17 Maret.
Penangkapan Maduro dan Flores menandai intervensi paling kontroversial AS terhadap negara Amerika Latin itu sejak invasi Panama 37 tahun silam.