Di Bawah Tekanan Militer, Venezuela Dipaksa Buka Ladang Minyak untuk AS

Anton Suhartono
Kesepakatan ekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS menjadi sinyal Venezuela tak punya banyak pilihan selain menuruti tuntutan AS (Foto: Vantor via AP)

WASHINGTON, iNews.id - Venezuela akhirnya membuka ladang minyaknya untuk Amerika Serikat (AS) setelah berada di bawah tekanan militer dan politik yang intens dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kesepakatan ekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,6 triliun menjadi sinyal kuat bahwa Karakas tak lagi memiliki banyak pilihan selain menuruti tuntutan Washington.

Trump mengumumkan Venezuela akan mengekspor antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi AS. Minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, namun hasil penjualannya tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah Venezuela.

“Uangnya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” ujar Trump, dalam posting-an di Truth Social, Rabu (7/1/2026).

Kesepakatan ini datang setelah AS meningkatkan tekanan terhadap Karakas, termasuk ancaman serangan militer lanjutan jika Venezuela menolak membuka akses penuh bagi perusahaan energi AS. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal