Miller juga menuding hasil penjarahan tersebut digunakan untuk mendanai terorisme dan membanjiri AS dengan tentara bayaran, serta memperparah krisis narkoba. Namun, klaim ini dipandang banyak pihak sebagai narasi politik yang mengaburkan persoalan kedaulatan negara.
Secara historis, perusahaan AS dan Inggris memang terlibat dalam eksplorasi minyak Venezuela pada masa awal. Namun, berdasarkan prinsip hukum internasional tentang kedaulatan permanen atas sumber daya alam, minyak tersebut tetap menjadi milik negara Venezuela.
Presiden Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak Venezuela. Dalam unggahan di Truth Social pada Selasa (16/12/2025), dia menuduh Venezuela mencuri minyak milik AS.
“Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh Armada terbesar yang pernah dikumpulkan dalam Sejarah Amerika Selatan,” tulisnya.
Pekan lalu, militer AS menyita kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela. Tindakan tersebut langsung dikecam keras oleh pemerintah Venezuela sebagai pembajakan internasional.