Siswa kelas 5 SD Weston Halsne mengatakan situasi sangat kacau. Dia selamat setelah berlindung di bangku gereja, melindungi kepala, serta ditindih oleh seorang teman di atasnya. Teman yang melindunginya terkena tembakan.
“Saya sangat khawatir kepadanya, tapi saya rasa sekarang dia baik-baik saja,” kata siswa berusia 10 tahun itu.
Direktur FBI Kash Patel mengatakan masih menyelidiki motif di balik penembakan brutal tersebut. Para agen mengategorikan kasus ini sebagai serangan terorisme domestik serta kejahatan kebencian menargetkan umat Katolik.