Deretan Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan, Lolos di DPR tapi Gagal di Senat

Anton Suhartono
Empat presiden AS di seputar pemakzulan (Grafis: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Donald Trump bukan presiden Amerika Serikat (AS) pertama yang menghadapi proses pemakzulan, melainkan ada dua pendahulunya yakni Andrew Johnson pada 24 Februari 1868 dan Bill Clinton pada 19 Desember 1998.

Sebenarnya ada satu presiden lagi yang terancam dimakzulkan, yakni Richard Nixon. Namun dia mengundurkan diri sebelum proses dimulai. Dengan demikian, ada tiga presiden AS yang benar-benar melalui proses di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), termasuk Trump, serta satu orang yang meninggalkan jabatan.

Konstitusi AS menyebutkan, "Presiden, Wakil Presiden, dan Pejabat Pemerintah Sipil AS, harus dicopot dari jabatannya melalui pemakzulan, atas pelanggaran Pengkhianatan, Suap, atau Kejahatan Besar lainnya, serta Berkelakuan Tidak Baik."

Berikut 4 presiden AS yang terkait dengan pemakzulan:

1. Andrew Johnson

Presiden Johnson dimakzulkan melalui sidang DPR pada 24 Februari 1868. Dia dianggap melanggar karena memecat Menteri Perang di masa itu terkait masa jabatan.

Proses pemakzulan Johnson terhenti di Senat karena tak mendapatkan cukup suara. Meski demikian, pemakzulan ini tetap harus dibayar mahal karena Johnson gagal mendapat dukungan dari partainya untuk maju dalam pilpres AS berikutnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
58 menit lalu

Iran: Israel Serang Lebanon agar Netanyahu Terhindar dari Sidang Kasus Korupsi

Internasional
1 jam lalu

Teurungkap, Trump Ingin Cepat-Cepat Gencatan Senjata dengan Iran sejak 21 Maret

Internasional
2 jam lalu

Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Gencatan Senjata Batal

Internasional
5 jam lalu

Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal