Petugas juga menemukan secarik kertas di lokasi kejadian yang berisi pesan bertuliskan, "China, Keluar dari Tibet." Pesan itu diduga menjadi pernyataan politik yang melatarbelakangi aksi nekat tersebut.
Departemen Kepolisian New York (NYPD) telah membuka penyelidikan atas insiden itu. Polisi masih mendalami apakah aksi bakar diri tersebut murni dilakukan atas inisiatif pribadi atau terdapat unsur lain yang melatarbelakanginya.
Sejak Maret 2009, lebih dari 150 orang melakukan aksi bakar diri di Tibet untuk memprotes pendudukan China, demikian data gerakan Free Tibet.
Gerakan tersebut berupaya merebut kembali kedaulatan Daerah Otonomi Tibet, yang ditandai dengan pemulihan kekuasaan kepada Dalai Lama, pemimpin spiritual tertinggi Buddha Tibet.
China mengambil alih Tibet pada 1951 dan menyebut langkah tersebut sebagai "pembebasan damai". Sementara itu, bendera Tibet yang dibawa Lobga identik dengan gerakan yang muncul setelah pemberontakan terhadap pemerintahan China pada 1959 yang berakhir gagal.
Usai pemberontakan tersebut, parlemen dan pemerintahan Tibet di pengasingan didirikan di India. Beijing tidak mengakui pemerintahan itu dan menegaskan Tibet telah menjadi bagian dari China sejak abad ke-13. Di sisi lain, Dalai Lama berpandangan Tibet merupakan negara merdeka ketika Tentara Pembebasan Rakyat China memasuki wilayah tersebut.