Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?

Anton Suhartono
Greenland dulunya jauh dari hiruk-pikuk politik global, namun kini menjadi rebutan kekuatan besar dunia (Foto: AP)

“Kami tidak ingin menjadi warga Amerika, kami tidak ingin menjadi warga Denmark, kami ingin menjadi warga Greenland,” tegas para pemimpin politik setempat.

Pernyataan ini juga mencerminkan kebangkitan identitas nasional Greenland, yang semakin aktif di panggung internasional dan ingin lepas dari bayang-bayang kekuatan besar.

Ancaman terhadap Stabilitas Global

Ancaman penggunaan kekuatan militer untuk merebut Greenland menuai kecaman luas, terutama dari negara-negara Eropa. Sejumlah pihak memperingatkan bahwa langkah semacam itu dapat memicu krisis serius dalam aliansi NATO dan merusak tatanan hukum internasional.

Apa yang terjadi di Greenland kini bukan sekadar urusan pulau es di utara dunia, melainkan cerminan perebutan kekuasaan global di era baru, ketika sumber daya, iklim, dan geopolitik saling bertaut erat.

Dari wilayah es abadi yang sunyi, Greenland kini berdiri di pusat pusaran konflik global. Dan dunia tengah menyaksikan, ke mana arah masa depannya akan ditentukan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal