Dampak Serangan Houthi di Laut Merah, Pelabuhan Peti Kemas Singapura Macet Parah

Ahmad Islamy Jamil
Pemandangan umum kesibukan di pelabuhan peti kemas Singapura pada 2017. (Foto: Reuters)

Seperti diketahui, Laut Merah menjadi lokasi kelompok Houthi asal Yaman melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang berafiliasi dengan Israel sejak November lalu. Beberapa waktu setelah itu, Houthi juga menargetkan kapal-kapal dagang AS dan Inggris sebagai balasan atas tindakan Washington DC dan London membela zionis dengan mengerahkan jet-jet tempur mereka di Yaman.

Akibat dari situasi tersebut, banyak kapal yang menurunkan muatan dalam jumlah besar sekaligus di pusat transhipment besar seperti Singapura, tempat kargo dibongkar dan dimuat kembali di kapal yang berbeda untuk tahap akhir perjalanan mereka. Tak sedikit pula kapal yang membatalkan pelayaran mereka berikutnya demi mengejar jadwal.

“(Para pihak pengirim) mencoba mengatasi situasi ini dengan menurunkan peti kemas di pusat-pusat transhipment. Kapal-kapal telah mengumpulkan banyak peti kemas di Singapura dan pusat-pusat (pengapalan) lainnya” ungkap Jayendu Krishna, wakil kepala konsultan Drewry Maritime Advisors yang berbasis di Singapura.

Dia mengatakan, rata-rata volume pembongkaran kargo di Singapura melonjak 22 persen antara Januari dan Mei, sehingga berdampak signifikan terhadap produktivitas pelabuhan.

Singapura adalah pelabuhan peti kemas terbesar kedua di dunia. Kini, pelabuhan itu mengalami kemacetan parah dalam beberapa pekan terakhir. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
16 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Internasional
18 jam lalu

Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina

Nasional
2 hari lalu

Bocah 6 Tahun asal Indonesia Tewas Ditabrak Mobil di Singapura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal