Selama enam pekan berperang, dua negara pecahan Uni Soviet tiga kali menggagalkan gencatan senjata yang sempat ditengahi Prancis, Rusia dan Amerika Serikat.
Mereka saling tuding sebagai perusak kesepakatan dengan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah penting di Nagorno-Karabakh maupun wilayah negara masing-masing.
Nagorno-Karabakh yang terletak di Kaukasus diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan namun pemerintahannya dikendalikan oleh separatis Armenia.