Menurut Observatory of Economic Complexity (OEC), pada 2023 Lesotho mengekspor barang senilai 228 juta dolar AS ke Amerika Serikat, dengan sektor tekstil sebagai kontributor utama. Di sisi lain, nilai impor ke Lesotho dari AS pada tahun yang sama tercatat di bawah 8 juta dolar.
Artinya, AS adalah mitra dagang kedua paling menguntungkan bagi Lesotho, dengan ekspor ke Negeri Paman Sam menyumbang lebih dari 10 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.
“Kami belum merasakan tarif itu berlaku, tetapi dampaknya sudah seperti badai. Pabrik tutup, pekerja di-PHK, dan kepercayaan investor jatuh,” ujar salah satu pelaku industri tekstil lokal.
Trump: Lesotho, Negara yang Tak Pernah Didengar Siapa pun
Kontroversi Trump terhadap Lesotho tidak berhenti pada tarif. Pada Maret lalu, Trump juga memutuskan menghentikan bantuan dari Badan Pembangunan Internasional (USAID) kepada negara itu. Lesotho sebelumnya menerima bantuan sekitar 8 juta dolar AS per tahun dari lembaga tersebut.
Dalam pidatonya saat itu, Trump meremehkan Lesotho dengan menyebutnya sebagai “negara yang belum pernah didengar siapa pun.”