Dahsyatnya Banjir Bandang di Libya, Sedikitnya 10.000 Orang Hilang

Anton Suhartono
Sedikitnya 10.000 orang dilaporkan hilang akibat banjir bandang di Libya (Foto: Reuters)

Dia memperkirakan jumlah korban tewas di seluruh lokasi Libya bisa mencapai 2.500 orang lebih, karena korban hilang terus meningkat.

Di Jenewa, Swiss, kepala delegasi Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Tamer Ramadan, mengatakan berdasarkan informasi dari sumbr independen jumlah orang hilang mencapai 10.000 orang.

Rekaman video disiarkan stasiun TV Libya Al Masar menunjukkan, warga mencari jenazah, sementara seorang pria menggunakan perahu karet mengambil satu jenazah dari laut.

“Kami tidak punya apa-apa untuk menyelamatkan orang-oang, tidak ada mesin, kami meminta bantuan segera,” kata Khalifah Touil, seorang pekerja layanan ambulans.

Derna dibelah dua sungai musiman yang mengalir dari dataran tinggi ke selatan. Bendungan berfungsi mencegah banjir jika debit air tinggi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa Jaksel, Klaim Kurangi Banjir hingga 20 Persen

57 tahun lalu

Badai di Teluk Benggala Bisa Berdampak ke Pesisir Aceh, Nelayan Diminta Tak Melaut

57 tahun lalu

BMKG Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, Cuaca Ekstrem Mengintai Aceh Barat

57 tahun lalu

Pembangunan Jembatan Gantung Gampong Lhok Sanding di Aceh Capai 65 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal